Teknologi Informasi dan Cyber Crime


Pengertian Teknologi Informasi

Teknologi Informasi (TI) merupakan alat bantu berbasis computer yang digunakan sekelompok orang untuk mengelola informasi. Secara garis besar Teknologi Informasi dan komunikasi (TI) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Makin canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Oleh karena itu selama ini dikenal asas “kebebasan arus informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain.

Dewasa ini dukungan Teknologi Informasi yang bisa dikatakan bergitu cepat dan cepat berpengaruh besar didalam berbagai bidang, contohnya :

1. e-education dalam bidang pendidikan

Penggunaan komputer sebagai alat pembelajaran dikenal sebagai CBE (Computer Based Education). CAI (Computer Assisted Instruction) digunakan para pendidik untuk menyampaikan arahan dalam pelajaran. Selain itu komputer jg dapat digunakan untuk meyimpan data-data pendidik dan para murid, materi belajar, dan soal-soal ujian maupun latihan.

2. e-banking dalam bidang Perbankan

Didalam Bank, komputer digunakan sebagai Sistem Uang Elektronik (menggunakan ATM, Kartu Kredit, Debit Card, dll) untuk menyimpan data, memproses transaksi dan pembayaran tagihan secara on-line.

3. e-commerce dalam bidang Ekonomi dan Bisnis

Komputer sangat membantu untuk memproses data dalam jumlah yang banyak seperti di tempat-tempat perbelanjaan untuk menyimpan hasil transaksi yang terjadi, inventaris persediaan (stock) barang, pembuatan laporan keuangan, faktur, surat-surat, dokumen dan lain-lain. Selain tunai pembayaran juga dapat dilakukan secara elektronik dengan menggunakan credit card atau debit card.

4. e-government dalam bidang Pemerintahan.

Kemudahan-kemudahan yang ditunjukkan dalam dunia pendidikan, perbankan, transaksi penjualan ataupun pembelian dalam dunia bisnis, serta kemudahan dalam mengakses bidang pemerintahan, dan mungkin masih banyak lagi manfaat-manfaat yang akan kita rasakan dibidang-bidang lainnya adalah demi kemudahan hidup manusia. Teknologi menjadi perpanjangan tangan manusia dalam menaklukkan alam. Ia juga mengubah lingkungan menjadi lebih enak untuk ditinggali. Bepergian tidak lagi sulit seperti dulu. Begitu pula dengan komunikasi yang berlangsung dengan sekejab mata. Di lain pihak manusia semakin bergantung pada teknologi.

Berdasarkan paparan diatas maka dapat ditarik suatu kesimpulan mengenai pengaruh teknologi informasi terhadap kehidupan masyarakat yaitu :

1. Pengaruh teknologi informasi tidak mungkin kita tolak atau hindari, kita harus dapat memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat tetapi disisi lain kita juga harus berhati-hati dan bersikap bijak agar dampak negatif yang menyertainya dapat kita hilangkan atau paling tidak kita minimalisir.

2. Mengenalkan teknologi informasi sekaligus pemanfaatannya bagi kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.

3. Meningkatkan daya nalar dan daya seleksi masyarakat terhadap berbagai informasi yang membanjir, sehingga masyarakat semakin kritis dan dewasa dalam menyikapinya.

Pengertian Cybercrime

Perkembangan teknologi informasi yang terjadi pada hampir setiap negara sudah
merupakan ciri global yang mengakibatkan hilangnya batas-batas negara. Negara
yang sudah mempunyai infrastruktur jaringan informasi yang lebih memadai
tentu telah menikmati hasil pengembangan teknologi informasinya, negara yang
sedang berkembang dalam pengembangannya akan merasakan kecenderungan
timbulnya neo-kolonialisme . Hal tersebut menunjukan adanya pergeseran
paradigma dimana jaringan informasi merupakan infrastruktur bagi
perkembangan suatu negara. Tanpa penguasaan dan pemahaman akan teknologi
informasi ini, tantangan globalisasi akan menyebabkan ketergantungan yang
tinggi terhadap pihak lain dan hilangnya kesempatan untuk bersaing karena
minimnya pemanfaatan teknologi informasi

Namun disamping hal tersebut, perkembangan Teknologi Informasi dapat membawa pengaruh besar baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Salah satu perkembangan buruk di bidang Teknologi Informasi adalah munculnya para penjahat di dunia maya yang dinamakan Cybercrime (dalam beberapa literatur cybercrime diidentikan dengan Computer Crime).

Dari beberapa referensi yang ditemukan, penulis menemukan beberapa pengertian mendasar maupun umum dari Cybercrime. Cybercrime adalah tindak kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan

kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi computer khususnya internet. Namun terdapat juga yang mendefinisiakan Cybercrime sebagai perbuatan yang melanggar hukum dan tindakan yang dilakukan dapat mengancam dan merusak infrastruktur teknologi informasi, seperti : akses illegal, percobaan atau tindakan mengakses sebagian maupun seluruh bagian

sistem komputer tanpa izin dan pelaku tidak memiliki hak untuk melakukan pengaksesan.

Pengertian lain diberikan oleh instansi pemerintahan. The US. Department of Justice memberikan pengertian computer crime sebagai …” any illegal act requiring knowledge of computer technology for its perpetration,   investigation,   or   prosecution”. Pengertian lain diberikan Organization European Community Development, yaitu; ”  any  illegal unethical  or  anauthorized  behaviour  relating  to  the  automatic  processing and/or the transmission of data“.

Sedangkan Andi Hamzah dalam bukunya ” Aspek-aspek  Pidana  di  bidang  Komputer” (1989)  mengartikan  cybercrime sebagai kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara illegal. Sedangkan menurut Eoghan Casey ” Cybercrime is use throughout this text to refer to any crime thats involves crime that do not rely heavily on computer“. ia mengkategorikan cybercrime dalam 4 kategori:

1.  A Computer can be the object of Crime
2.  A Computer can be a subject of crime
3.  The Computer can be used as the tool for conducting for planning a crime
4.  The symbol of Computer itself can be used to intimidate or deceive.
Dari  beberapa  pengertian  tersebut,  cybercrime  dapat  dirumuskan  sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai jaringan komputer sebagai  sarana/alat  atau  komputer  sebagai  objek,  baik  untuk  memperoleh keuntungan ataupun tidak dengan merugikan pihak lain.

Tugas Besar Bangsa Indonesia dalam Penangan Cybercrime.

Dari beberapa referensi beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanganan

cybercrime adalah :

1. Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hokum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan tersebut.

2. Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional.

3. Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hokum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime.

4. Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi.

5. Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime, antara lain melalui perjanjian ekstradisi dan mutual assistance treaties.

Hubungan Teknologi Informasi dan Cybercrime.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek, terutama teknologi informasi seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena ingin memperoleh keuntungan secara “potong kompas”. Dampak buruk dari perkembangan “dunia maya” ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini dan masa depan.
Globalisasi dunia melalui teknologi informasi yang berkembang sangat pesat. Dampak perkembangan teknologi informasi dirasa sangat berpengaruh terhadap pengaturan hukum. Betapa tidak dengan penggunaan teknologi informasi perilaku manusia secara nyata telah beralih dari model aktifitas yang didasarkan pada suatu bentuk hubungan face to face telah bergeser kepada pola hubungan digitally. Oleh karena adanya pergeseran demikian, maka tidak mengherankan dalam setiap aspek kehidupan manusia pun mulai menunjukan suatu fenomena baru.
Munculnya revolusi teknologi informasi dewasa ini dan masa depan tidak hanya membawa dampak pada perkembangan teknologi itu sendiri, akan tetapi juga akan mempengaruhi aspek kehidupan lain seperti agama, kebudayaan, sosial, politik, kehidupan pribadi, masyarakat bahkan bangsa dan negara. Jaringan informasi global atau internet saat ini telah menjadi salah satu sarana untuk melakukan kejahatan baik domestik maupun internasional. Internet menjadi medium bagi pelaku kejahatan untuk melakukan kejahatan dengan sifatnya yang mondial, internasional dan melampaui batas ataupun kedaulatan suatu negara. Semua ini menjadi motif dan modus operandi yang amat menarik bagi para penjahat digital. Manifestasi kejahatan cybercrime yang terjadi selama ini dapat muncul dalam berbagai macam bentuk atau varian yang amat merugikan bagi kehidupan masyarakat ataupun kepentingan suatu bangsa dan negara pada hubungan internasional.
Kejahatan cybercrime dewasa ini mengalami perkembangan pesat tanpa mengenal batas wilayah negara lagi (borderless state), karena kemajuan teknologi yang digunakan para pelaku cukup canggih dalam aksi kejahatannya. Para hacker dan cracker bisa melakukannya lewat lintas negara bahkan di negara-negara berkembang aparat penegak hukum, khususnya kepolisian tidak mampu untuk menangkal dan menanggulangi disebabkan keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana teknologi yang dimiliki.

Namun perkembangan teknologi digital tidak akan dapat dihentikan oleh siapapun, karena telah  menjadi “kebutuhan pokok” manusia moderen yang cenderung pada kemajuan dengan mempermudah kehidupan masyarakat melalui komunikasi dan memperoleh informasi baru. Dampak buruk teknologi menjadi pekerjaan rumah bersama yang merupakan sisi gelap
dari perkembangan teknologi yang harus ditanggulangi. Mengingat kemajuan teknologi telah merambah ke pelosok dunia, termasuk kepedesaan di Indonesia, maka dampak buruk teknologi yang menjadi kejahatan cybercrime pada masa depan harus ditanggulangi dengan lebih hati-hati, baik melalui sarana penal maupun non penal agar tidak menjadi masalah kejahatan besar bagi bangsa dan negara yang mengalami krisis ekonomi.

Referensi dari berbagai sumber.

 

“Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas…?…

Serahkan pada saya…, Saya akan melakukannya untuk anda GRATISSSS…!..Klik disini-1 dan disini-2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: