Cloud Computing


/*Sebuah Pendekatan */

Ada sebuah hal yang menarik pada mata kuliah Aplikasi Komputer pada Senin (6/12/10) lalu. Dosen pada mata kuliah ini menyinggung sedikit tentang teknologi yang akan datang, yaitu Cloud Computing (Komputasi Awan). Teknologi ini dapat mengurangi pambajakan software karena semua aplikasi nantinya akan dijalankan secara online di internet sehingga semua software yang dipakai berlisensi alias Legal dan tidak menutup kemungkinan, jikalau kita sebagai konsumen nantinya akan menggunakan teknologi ini. Dan Cloud Computing inilah yang akan coba saya post-kan.

Cloud Computing (Komputasi Awan)

Cloud computing merupakan gabungan pemanfaatan teknologi Komputer (Komputasi) dan pengembangan berbasis Internet. Teknologi ini menggunakan internet dan remote server pusat untuk menjaga keaslian data dan aplikasi. Cloud computing memungkinkan konsumen untuk menggunakan aplikasi tanpa harus instalasi pada desktop maupun notebook dan teknologi ini memungkinkan komputasi yang jauh lebih efisien dengan pemusatan pada penyimpanan, memory, pengolahan dan bandwith. Cloud Computing sebenarnya bukan sesuatu yang baru karena sudah ada di sekitar kita. Sebagai contoh ialah Ymail (Yahoo mail) dan Gmail. Cloud Computing mungkin sebentar lagi akan menjadi realita dan hal ini memaksa para professional IT untuk dapat dan cepat beradaptasi. Namun menurut survey yang dilakukan VersionOne pada bulan Juni 2009 mendapatkan bahwa 41% dari senior professional IT benar benar tidak tahu apa-apa dan 2/3 dari professional keuangan senior bingung dengan konsep ini. Pada bulan September 2009, Aberdeen Group membuat sebuah penelitian dan menemukan bahwa perusahaan perusahaan yang menggunakan Cloud Computing untuk bisnis mereka terjadi pengurangan rata-rata keuangan sebesar 18% dalam anggaran TI mereka dari Cloud Computing dan penurunan biaya listrik untuk data center sebesar 16%. Pembagian Layanan Cloud Computing. Cloud Computing dibagi menjadi 3 segmen;

1. IaaS (Infrastructure as a service), sangat banyak tulang punggung dari konsep keseluruhan. Hal ini meliputi virtualized server, storage, dan network. Dibawah ini merupakan perusahaan yang menyediakan jasa Infrastruktur;

  • Google (GOOG) – Manage Hosting.
  • International Business Machine (IBM) – Managed Hosting.
  • SAVVIS (SVVS) – Managed Hosting dan Cloud Computing.
  • Terremark Worlwide (TMRK) – Managed Hosting.
  • Amazon.com (AMZN) – Cloud of Storage.
  • Rackspace Hosting (rax) – Managed Hosting dan Cloud Computing.

2. PaaS (Platform as a Service), didefinisikan sebagai suatu perangkat lunak dan alat alat pengembangan produk-host di enyedia infrastruktur. Pengembang membuat aplikasi pada platform penyedia melalui Internet. penyedia PaaS dapat menggunakan API, portal situs web atau perangkat lunak gateway diinstal pada komputer pelanggan. Dalam sebuah perusahaan, Komputasi awan memungkinkan perusahaan untuk membayar hanya kapasitas sebanyak yang diperlukan. Karena untuk apa membayar yang tidak perlu ? seperti biaya listrik. PaaS memfokuskan aplikasi dimana developer tidak usah memikirkan tentang hardware dan tetap fokus pada application development-nya tanpa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainnya. Berikut ini merupakan nama perusahaan dan platform mereka;

  • Google (GOOG) – Apps Engine
  • Amazon.com (AMZN) – EC2
  • Microsoft (MSFT) – Windows Azure
  • SAVVIS (SVVS) – VPDC Symphony
  • Terremark Worldwide (TMRK) – The Cloud Enterprise
  • Salesforce.com (CRM) – Force.com
  • NetSuite (N) – Suiteflex
  • Rackspace Cloud – cloudservers, cloudsites, cloudfiles
  • Metrisoft – Metrisoft Platform SaaS
  • Oracle SUN link langsung
  • Cordys Proses Pabrik – Platform Enterprise Cloud

3. SaaS (Software as a Service), Dalam model software-as-a-service, vendor pasokan infrastruktur perangkat keras, perangkat lunak dan produk berinteraksi dengan user melalui portal front-end. Perusahaan-Perusahaan di bawah ini merupakan perusahaan yang sudah ditetapkan sebagai perusahaan yang menyesdiakan SaaS sebagai bisnis mereka. Perusahaan dikenakan biaya pelanggan dan biaya berlangganan.

  • Salesforce .com (CRM)
  • Google (GOOG)
  • Netsuite (N)
  • Cordys Sedangkan perusahaan-perusahaan berikut sudah membenttuk diri sebagai penyedia perangkat tradisional.

Perusahaan-perusahaan ini menjual lisensi kepada penguna mereka, yang kemudian menjalankan perangkat lunak dari server premis.

  • SAP AG (SAP)
  • Oracle (ORCL)
  • Blackbaud (BLKB)
  • Lawson Software (LSWN)
  • Blackboard (BBBB)

Sementara semua orang begitu terobsesi dan antusias dengan Cloud, kita sebaiknya memperhitungkan resiko dan kemungkinan kegagalan dari teknologi Cloud inipun masih sangat besar tejadi. Karena Cloud berada di internet dan internet bisa saja mengalami kegagalan. Resiko yang diambil konsumen Coud ini juga masih besar, diantaranya;

  • Service Level – Cloud Provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application dan transaksi. Hal ini mengharuskan kita untuk memahami service level yang kita dapatkan mengeenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.
  • Privacy – Cloud bias menjadi milik pribadi atau public. Karena cloud menjual jasa kepada siapa daja di internet. Orang lain bahkan perusahaan lain juga melakukan hosting, jadi kemungkinan data kita akan keluar atau dibaca tanpa sepengetahuan dan approve dari kita.
  • Compliance – Dalam hal ini secara teoritis Cloud service provide diharapkan dapat menyamakan level compliance untuk penyimpanan data di cloud. Namun Karena service ini masih sangat muda kita diharapkan berhati-hati dalam penyimpanan data.
  • Data ownership – Hal yang harus ditanyakan ialah, Apakah data anda masih menjadi milik anda begitu data tersebut terimpan kedalam cloud ? Mungkin pertanyaan ini agak sedikit aneh namun perlu anda ketahui seperti pada Facebook yang mencoba mengubah term of use aggrement-nya yang mempertanyakan hal ini.
  • Data Mobility – Apakah anda dapat melakukan share data diantara Cloud Service ? dam jika anda melakukan terminate cloud relationship bagaimana anda mendapatkan data anda kembali ? atau Format seperti apa yang akan digunakan ?

Lalu bagaimana potensi teknologi Cloud Computing di Indonesia ?

Jakarta, 16/4 (ANTARA) – Cloud Computing memiliki potensi besar sekali di Indonesia, demikian menurut Prof. Richardus Eko Indrajit dari ID-SIRTII (http://www.idsirtii.or.id/) dalam panel diskusi yang diselenggarakan oleh Kaspersky Lab, salah satu pemimpin dalam sekuriti di Internet, di Jakarta. Ada beberapa alasan, antara lain, ada jutaan UKM di Indonesia. Para UKM ini tidak memiliki sumber daya yang mencukupi untuk membeli, memelihara dan mengamankan sistem informasi mereka sendiri. Dengan Cloud Computing, mereka cukup menyewa layanan dari penyedia di Cloud. Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan akan Capital Expenditure (Capex), yaitu investasi awal yang sangat memberatkan UKM. Capex dikonversi menjadi Operational Expenditure (Opex), yang lebih mudah dikelola. Pada waktu yang sama, penyedia jasa Software as a Service (SaaS) yang tersedia di Cloud akan dapat menawarkan harga yang sangat rendah karena economies of scale. “Semakin banyak yang ikut menggunakan, semakin baik,” jelas Eko Indrajit. Selain itu, menurut dia, Cloud Computing juga menarik, karena bisnis-bisnis tidak lagi perlu dipusingkan oleh kompleksitas teknologi. UKM dan juga korporat bisa mentransfer risiko mereka ke pihak ke tiga, yaitu penyedia jasa di Cloud Computing. Mereka juga tidak perlu memusingkan masalah teknologi yang kadaluwarsa sebelum Return on Investment (ROI) tercapai. Namun, Cloud Computing juga membawa banyak risiko. Eko mengajukan sejumlah pertanyaan, seperti misalnya siapa yang berada di Cloud itu? Siapa yang mengelola para partisipan di Cloud? Siapa yang bertanggung jawab untuk masalah liability? Bagaimana aturan main di dalam Cloud, yang melibatkan beberapa pihak? Bagaimana model pengelolaan database dan informasi di Cloud? Secara spesifik, calon pemakai jasa-jasa Cloud harus bertanya, bagaimana data mereka dilindungi? Bagaimana penyedia jasa mengatasi celah-celah ancaman (vulnerabilities)? Bagaimana masalah gempuran dan pengeksploitasian ditekan? Eko mengingatkan, sebuah rantai tidak lebih kuat dari mata rantai yang paling lemah. Oleh sebab itu, Security di Cloud adalah security semua pemakai jasa Cloud. Pada saat yang bersamaan, Magnus Kalkuhl, Senior Virus Analyst, Global Research and Analysis Team, Kaspersky Lab, mengatakan bahwa disadari atau tidak, kita semua telah menggunakan Cloud di banyak aktifitas keseharian kita, terutama mengirimkan dan menerima email dengan menggunakan Web mail. Agar aman di Cloud, perusahaan harus benar-benar yakin bahwa penyedia jasa tidak hanya menjanjikan keamanan, tetapi juga harus membuktikannya.

APAKAH ANDA SIAP DENGAN TEKNOLOGI INI ?

“Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas…?…

Serahkan pada saya…, Saya akan melakukannya untuk anda GRATISSSS…!..Klik disini-1 dan disini-2
Thanks to;

http://teknoinfo.web.id/teknologi-cloud-computing/

http://www.wikinvest.com/concept/Cloud_Computing

http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan

http://searchcloudcomputing.techtarget.com/sDefinition/0,,sid201_gci1287881,00.html

http://www.antaranews.com/berita/1271822740/cloud-computing-memiliki-potensi-besar-di-indonesia-tapi-harus-aman



Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: