Lirik Lagu Seringai


LIRIK LAGU2 SERINGAI

BERHENTI DI 15

“Apa kabar semua?

Sehat?

Apakah baik baik saja?

Mari bergabung dengan rock oktan tinggi!

Yang di belakang silahkan maju saja,

masih banyak ruang kosong kok disini.

Sudah siap?

Yuk,mulai!”

Berdansa dengan gaya liar.

Headbang, ini menyenangkan.

Menggila,

seperti masih berumur limabelas.

Teman-teman dan musik keras.

Rasa ini adalah rumah,tak perlu dredam.

Tetap seperti dulu,api tak pernah padam.

“Bagaimana, semua having fun?

Anda yang di depan, cukupkah senang?

1,2,3,4!

Laki, perempuan siapa saja boleh ikutan.OK?,

Yuk,hajar!”

Persetan dengan fashion, tata rambut tidak penting.

Apapun yang leluasa,cukup t shirt dengan jeans.

Siapa peduli dibilang tak tahu malu?

Toh tidak mengganggu.

Kalau ini terlalu keras mungkin saja, mungkin saja sikapmu tua!

Berhenti di 15,

kami senang sekali.

Berhenti di 15,

trashing sampai mati.

Berhenti di 15,

fun ini tak berhenti.

Berhenti di 15

bersiap, mulai lagi!

PSIKEDELIA DISKODOOM

Pesta ini belum lama mulai, dinding beresonansi

Ada tawa ada bicara, menyenangkan selama terjadi

Nyanyikan isi hatimu, nyanyikan setulusnya

Nyanyikan, pemikiranmu, sampai mereka mendangarkan!

*Bila ini, rumahku, bagaimana aku meluangkan malamku

Bila ini, teman temanku, tunjukkan gairah cinta hidup

Kan kumainkan lagu ini/, dari awal sampai ke akhir

Tiap lirik berarti bagiku, sebagaimana berarti bagimu

Dansa turuti hatimu, dansakan revolusi

Dansakan kejujuranmu, dansa bersama beat enerjik!

*Bila ini komunikasi

Semua ini!

Senjata sonik lewat speaker, degup jantung yang mengencang

Geram suara yang audibel, lanjutkanlah pesta ini!

Hey, hey. Dansakan revolusi. Tiada hari esok. Nyanyikanlah isi hati.

AMPLIFIER

Sebuah show rock di selatan Jakarta

Gitar drum bass dan mikrofon

Ledakan suara puluhan ribu watt

Trashing dan slamming, hey! Hidupku, musik, distorsi!

Ambil mic dan mulai menyalak

Menghantam telinga bass menggilas

Adrenalin meningkat kau menggila

Sembah sang dewa drum,dia merentet!

Yang tak kuat menyingkir, amplifier memanas!

Seperti senjata mesin,kami bidikkan gitar, drum, bass, amplifier memanas!

MENGADILI PERSEPSI (BERMAIN TUHAN)

Individu, individu merdeka

Individu, individu merdeka

Individu, individu merdeka

Individu, individu merdeka!

Selamat datang di era kemunduran,

pikiran tertutup jadi andalan.

Praduga tumbuh tenteram,

menghakimi sepihak, sebar ketakutan.

Membakukan persepsi, bukan jadi jawaban

atau gagasan bijak.

Selangkah maju ke depan,

empat langkah ke belakang,

kita takkan beranjak.

Mereka, bermain Tuhan.

Merasa benar, menjajah nalar.

Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya.

Individu, individu merdeka

Individu, individu merdeka

Individu, individu merdeka

Individu, individu merdeka!

Selamat tinggal, era kemajuan,

lupakan harapan dan kehidupan.

Menjauh dari akar masalah,

mendekatkan kepada kebodohan yang dipertahankan.

Privasi. Seni.

Siapa engkau yang menghakimi?

Masih banyak masalah, dan lebih krusial,

tidak bicara asal.

Mereka bermain Tuhan.

Merasa benar, menjajah nalar.

Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya.

Berikutnya….

MENELAN MENTAH,SEMUA INI TAK AKAN BERTAHAN LAMA

Aku dalam tensi tinggi sayang, fashion mutakhir

Takkan mungkin ketinggalan sayang, tren terakhir

Tak kah muak dirimu dengan apa yang dijual kepadamu?

Tak kah lelah hanya ikut arus, kini semua sama!

Aku bilang “bakar saja sayang”, kita tinggalkan

Lemparkan sedikit pasir sayang, mesin kita hancurkan

Hey kau. Mari. Tendang dunia.

Persetan dengan fashion mutahir. Persetan dengan fashion mutakhir.

SERIGALA MILITIA

Teralienasi,

Terhakimi.

Kalian bukan mereka,

Era baru,

Milik kalian.

Hapus norma usang.

Tampak beda,

Tak meyakinkan?

Hanya sisi luar saja.

kau serigala,

yang teredam,

cukup sudah kau terinjak.

Buka pikiranmu. Luaskan sudut pandang.

Lelah dengan perlakuan dunia, saat unjuk taring

Mereka tak mengerti

Kau tidak sendiri

Lewati jalannya hari ini

Lewati jalan tetap impresif

SKEPTIKAL

Aku lelah dengar ocehmu, aku lelah telan janjimu

Aku akan hapuskan senyum itu di wajahmu

Kini aku mengerti, mengapa kami marah dengan dunia ini

Kini aku mengrti, tak mungkin terulang lagi!

Kini sikapku skeptikal. Aku skeptis.

Hitam membasahi duniamu. Diam kini bukan emas. Aku skeptis.

Waktu tiba pukul balik.

Hidup di era absurd, replika neraka.

Kita versus mereka, disilusi janji hampa

Uang dan negara telah menjualmu, tak salah ketika kami ragu,

kami sinis, pukul balik, pukul balik

Fakta yang terdistorsi, kebohongan terencana.

Tak salah ketika kami kemudian ragu dan akhirnya memukul balik

CITRA NATURAL

hey sayang.

mengapa engkau cemas?

tak usah menjadi sesuatu yang bukan dirimu.

termakan. terbuai. dengan segala citra emas.

nilai diri, mengapa jadi ragu?

biarkanlah, tak perlu frustasi. tercitra.

kau cantik, apa adanya.

terbuai? cukup percaya diri. tercitra.

kau cantik, apa adanya.

terlena? indah, pancarkan isi.

hey sayang, semua citra di layar kaca.

tak berarti, dibanding tampil natural.

semua ini, terjual, pluralitas tak berharga.

bayang semu dan tidaklah kekal.

ah sudahlah, tak perlu depresi.

Citra, bukan utama.

Tak terlena, apa adanya.

Citra Natural.

Tercitra, terbuai.

Tercitra, terlena.

Cantik apa adanya.

MARIJUANAUT

Halus, sang nebula sentuh diriku.

Raih matahari, tinggalkan dunia.

Berenang dalam lautan antar bintang.

Berjalan ke inti matahari.

Semesta bersahabat kini.

Sinsemilla, temani diriku.

Bermandikan cahaya solaria.

Kudekati bulan yang magis.

Melampaui debu-debu kosmik.

Meraih horizon galaksi.

Tinggi disini astral bebas.

Marijuanaut.

pesawatku menyelam dan meregang.

Yad Al-Jauza dia memanggilku.

Menuju cahaya, aku melengang.

Semua kendali terpegang penuh.

Marijuanaut.

KILOMETER TERAKHIR

Melompat ke sadel dan kuhantam sang selah

Melawan arah, kutantang maut, indah

serigala lepas,

Melesat di jalan,

kilometer terakhir

ya ku hampir tiba,

kilometer terakhir

Kubakar bensin,

mesin ini meradang

Pacu motor,

kutuju matahari

Tancap!

Serigala lepas,

Melesat di jalan,

Kilometer terakhir

ya ku hampir tiba

Kilometer terakhir. Hajar !

Melesat dijalan,

Ya kuhampir tiba.

Angin menerpaku,

serigala lepas

Roda berputar,

kilometer terakhir

Hampir esok,

seperti kemarin

Kilometer Terakhir.

MENGIBARKAN PERANG

Kerja keras, banting tulang: hanya bertahan hidup

Curah keringat, simbah darah: apa semua cukup?

Anggap semua permainan, dan mengambil keuntungan.

Mereka takkan peduli dan kita terabaikan

Mereka selalu sulitkan hidupmu

Dan kita kan selalu, mencoba bertahan, mencoba melawan.

Siapa mendapat untung, siapa tertinggal di belakang?

Siapa yang tertawa, dan siapa yang membusuk dan meregang?

Semua peraturan ini, menguntungkan mereka

Mungkin saatnya kita, memberikan neraka.

Mereka selalu sulitkan hidupmu

Dan kita kan selalu, mencoba bertahan, mencoba melawan

Mereka selalu sulitkan hidupmu

Dan kita kan selalu, mencoba bertahan, mencoba melawan

Semoga kalian dapat dengan mudah menikmati

”Mengibarkan Perang”

AKSELERASI MAKSIMUM

Yeah.

Dunia ‘kan tetap berputar, hanya saja melewatimu.

Mungkin kehilangan

momen, mungkin juga tak jauh berbeda.

Ketika-keinginan untuk hidup dibungkam

[dan] tercekal,

Gairah sengaja dimatikan, hidupmu berakhir.

Yeah. Injak pedal dalam.

Ini hidupmu.

Yeah. Injak pedal dalam.

Tak mungkin menang

besar [kalau] tak berani [ber]taruh besar.

Takut akan kehilangan banyak akan

[mem]buat dirimu lumpuh.

Terbakar dingin dan membeku panas.

Hidup hanya sekali, [jadi] lakukan [yang] terbaik darimu.

Akselerasikan hidupmu,tekan maksimum,

[kita] hajar hidup ini.

Akan kita menangkan, perang ini [hanyalah]

sebuah tes semata.

Ah yeah. Eeeyow!

Menari[lah] bersamaku, malam ini juga.

Lewati perang ini, akan kita menangkan

Yeah.

Go!

Yeah. Injak pedal dalam.

Ini hidupku.

Yeah. Injak pedal dalam. [2x]

Ini hidupku. [3x]

PURITAN

Sucikan aku, tak murni, tutup mataku.

Biarkan doktrin ini lekat dalam diriku.

Eleminasi, sterilisasi, murni jiwaku.

Perisai pengelihatan,kendali pikiran.

Moral ? Puritan. ‘ Jangan tanya tapi lakukan’.

Genosida generasi dalam samaran.

Bidak permainan cuci otak.

Purifikasi, hakimi, menutup jalan.

Melihat diri dalam cermin retak.

Norma ? Puritan.

‘Jangan tanya tapi lakukan’.

Nilai ? Puritan.

Terbunuh, mati hilangkan gairah.

ALKOHOL

Yeah! Usiaku tak bertambah muda.

Tapi sikapku menolak tua.

Energiku octane tinggi.

Bakar nafsu, tetaplah muda.

ALKOHOL. Yeah.

Tetap anak, enggan dewasa.

Nafas ini, tak henti berjalan.

Lagu ini untuk kalian :

Generasi penolak tua.

ALKOHOL. Yeah.

ALKOHOL.

Usiaku tak bertambah muda.

Tapi sikapku menolak tua.

Energiku octane tinggi.

Membakar nafsu hidup, tetaplah muda.

ALKOHOL. Yeah.

Tetap anak, enggan dewasa.

Nafas ini, tak henti berjalan. Yeah.

MEMBAKAR JAKARTA

Rutinitas ini, kebosan dini, begitu nyata.

Tak ada rantai, tak ada belengu, tenggelam dan masih bernafas.

Mendesain kehidupan, mendesain kematian, semua yang tercipta.

Hanyalah ilusi, mengejar impian, hanyut dalam kemanjaan.

Redefinisi kebudakan : rasakan tangan yang mencekik lehermu.

Redefinisi kehidupan : rasakan udara kebebasan.

Rutinitas ini, akankah berhenti, selamatkan dirimu.

Distraksi ini, kepuasan ini, kesemuan kini.

Merekan keseharian, merekam keseluruhan, segala yang  tertunda.

Menjadikan bias, mendistorsi makna tenggelam dalam.

Redefinisi kebudakan : rasakan tangan yang mencekik lehermu.

Redefinisi kehidupan : rasakan udara kebebasan.

Mari sini, berdansa denganku : membakar Jakarta.

Sekali ini berdansa denganku : membakar Jakarta.

Rutinitas ini, akankah berhenti, selamatkan dirimu.

Distraksi ini, kepuasan ini, kesemuan kini.

Mari sini, berdansa denganku : membakar Jakarta.

Sekali ini berdansa denganku :

LENCANA

Kekuatanmu dibalik lencana,

memiliki senjata buatmu  bergaya !

Lelucon sedih ketika semua dibawah kendali,

lecehkan mereka yang tak punya lencana.

Melindungi ? Melayani ?

Saatnya ambil kendali.

Kami takkan ikut langkahmu,

layani mereka yang salah gunakan kekuatan.

Siapa yang mereka lindungi ?

Jelas bukan kita,

rapatkan barisan !

Melindungi ? Melayani ?

Saatnya ambil kendali.

Hey.Hey

Melindungi siapa ?

Hey.Hey

Melayani siapa ?

Lencana

 

“Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas…?…

Serahkan pada saya…, Saya akan melakukannya untuk anda GRATISSSS…!..Klik disini-1 dan disini-2

About these ads

Tags:

6 responses to “Lirik Lagu Seringai”

  1. Aryo Ginelung says :

    arrgghhh…..metal bersama seringai.+666

  2. kipod says :

    akselerasi maksimum, serigala militia, mengibarkan perang.

    lagu wajib setiap pagi gan, bener2 jadi ‘pengantar semangat’ menghajar setiap rutinitas pekerjaan. hehe.

  3. ryan says :

    good

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: